Tlp./WA 0821-3449-5179 Hukum Sunat dalam Agama Islam


Uncategorized / Saturday, August 17th, 2019

Hukum sunat dalam Agama Islam

Pastinya seorang yang beragama Islam ingin mengenal bagaimana hukum sunat dalam Agama Islam, lihat ulasan singkat dibawah ini. Dikala khitan dilihat sebagai salah satu hal yang mungkin sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh setiap kalangan masyarakat. Malahan tradisi ini sudah turun temurun sejak dahulu. Menurut kesehatan, sunat dapat mengurangi resiko munculnya bermacam masalah kesehatan. Lalu bagaimana penjelasan lebih lanjut tentang hukum sunat di Agama Islam? Nah, hal ini juga benar-benar penting untuk dikenal lebih lanjut sebab kalau sudah terkait dengan agama tentunya terkait dengan hukum. Sedangkan untuk review lebih lanjut terkait hukum sunat di Agama Islam, segera aja lihat ulasannya sebagai berikut.

Perlu dikenal khitan dikelompokkan 2 macam yang sesungguhnya dikenal dalam hukum Agama Islam ataupun dalam masyarakat sekitar. Menurut subjek atau pelakunya, khitan ada dua adalah khitan dalam syariat Islam untuk laki-laki dan bayi perempuan. Pada akhirnya hukum ke-2nya akan beda. Sedangkan sekilas definisi tentang ke-2 sunat ini ada dibawah ini.

Sirkumsisi pada buah hati laki-laki semasa bayi adalah khitan yang sejauh ini sudah banyak ditemui bagi masyarakat. Lazimnya, sunat akan dilakukan pada seorang buah hati ketika sudah mencapai usia yang seharusnya atau ketika sudah berani untuk di khitan. Melainkan, ada juga buah hati laki-laki yang sudah di khitan sejak masih anak-anak. Sebaliknya, ditemui juga khitan untuk mereka yang sudah cukup dewasa sebab tidak langsung berani di khitan.

Sedangkan, khitan untuk perempuan ini tentu menjadi sedikit beda. Karena di Indonesia, sunat pada bayi perempuan hampir sudah tidak dapat kita temui. Khitan perempuan dalam Agama Islam ataupun kemasyarakatan dilakukan ketika sang buah hati masih bayi. Tapi pada kenyataannya tidak semua bayi perempuan di sunat, sebab sunat pada bayi perempuan tidak dianggap sebagai tradisi suatu wilayah. Sehingga, tidak heran kalau yang menjalankannya hanyalah orang-orang tertentu aja. Dan tata cara khitan menurut Islam antara cewek dan cowok tentu jelas berbeda.

Dasar hukum khitan pada bayi laki-laki

Sesudah mengenal sekilas tentang macam khitan berdasarkan subjeknya, sekarang saatnya untuk membahas bagaimana dasar hukum khitan pada laki-laki baru lahir dalam Islam. Dalam hal ini, sunat pada laki-laki baru lahir hukumnya wajib dalam syariat Islam. Anggapan ini tentu tidak sembarangan, tetapi ada disebagian dalil. Oleh sebab itu, kalau anda punya buah hati laki-laki yang sudah menjelang usia untuk khitan, sebaiknya segera disunatkan. Kian cepat tentu akan semakin bagus. Apalagi mengingat bahwa sunat di usia dini akan mempercepat pelaksanaan penyembuhannya dan begitu pula kebalikannya.

Adanya fatwa bahwa khitan bagi laki-laki baru lahir ini hukumnya wajib tentu tidak asal-asalan aja. Pasti terdapat alasan dibalik wajibnya khitan, diantaranya untuk kesehatan dan sahnya thaharah. Dalil-dalil mengenai wajibnya khitan pada laki-laki adalah berikut:

Perintah Khitan di Kitab Al-Qur’an

Perintah sunat di Kitab Al-Qur’an dan hadist jelas adanya untuk seorang laki-laki baru lahir yang beragam Islam. Tidak hanya para ulama aja yang menyeruakan sunat bayi laki-laki hukumnya wajib, tetapi Rasulullah sendiri juga memerintah lelaki yang beragama Islam untuk khitan. Bahkan instruksi tersebut tidak cuma terdapat di satu hadits aja tetapi terdapat banyak hadits yang menyebutkannya. Hal ini benar-benar cukup untuk membuktikan bahwa undang-undang sunat di Agama Islam memang wajib.

Sunat sebagai pembeda muslimin dan nasrani

Bukan cuma itu, khitan juga sebagai pembeda orang muslimin dan nasrani. Sehingga tidak heran kalau di undang-undang Islam sunat menjadi wajib. Sepatutnya saat ini, bukan cuma pria yang beragama Islam aja yang sunat dengan alasan masalah kesehatan.

Haram yang diperkenankan sebab hukum yang wajib

Haram yang diperkenankan sebab hukum yang wajib, yang dimaksud adalah memotong beberapa anggota badan. Tapi memotong beberapa anggota badan hukumnya haram. Tapi keharaman ini diatur dengan prasyarat ketika hukum pemotongan tersebut adalah wajib. Begitu juga dengan sunat yang pada dasarnya menghilangkan beberapa anggota badan, namun karena hukumnya wajib menjadikannya diperkenankan.

Undang-undang tentang sunat bayi perempuan

Masalah sebelumnya sudah jelas bahwa undang-undang khitan untuk pria adalah wajib, kemudian bagaimana dengan Undang-undang tentang sunat bayi perempuan? Tempat tersebut hingga sekarang masih berada di pro kontra. Terdapat beberapa yang beropini bahwa sunat perempuan hukumnya wajib, tetapi terdapat juga yang cuma menyarankan atau sunnah.

Review diatas dapat dirangkum bahwa undang-undang sunat di Agama Islam sudah benar-benar jelas, diperjelas di dalam Al-Qur’an ataupun hadist. Bagi seorang lelaki, sunat adalah hal yang wajib. Sedangkan sunat pada bayi perempuan disunahkan aja.

Rumah Sunat Az-Zahra Piyungan

Mutihan, Jl. Raya Piyungan-Prambanan Km3 No 29, Jatigrit, Srimartani, Kec. Piyungan, Bantul, Istimewa Yogyakarta 55792

Tlp./WA 0821-3449-5179

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *