Peran Geotextile Pada Pekerjaan Timbunan Reklamasi


Uncategorized / Wednesday, July 29th, 2020

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menambah atau memperluas daratan dengan cara melakukan penimbunan tanah baik dilaut atau di sungai. Saat ini di Indonesia sendiri sedang dilakukan reklamasi di laut Jakarta, untuk melakukan reklamasi sendiri harus melalui kajian yang komperehensif terutama menyangkut akibat-akibat yang mungkin ditimbulkan pada alam sekitar.

Oleh karenanya semua itu telah diatur dalam undang-undang dan biasanya reklamasi dilakukan dengan tujuan perbaikan dan pemulihan kawasan berair yang rusak atau tak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat. Kawasan ini dapat dijadikan lahan pemukiman, objek wisata dan kawasan niaga.

Untuk pengerjaannya sendiri harus diawal dengan pembuatan desain dan menentukan metode kerja yang sesuai dengan lahanĀ  yang akan dikerjakan sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara teknis tanpa menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan.

Berdasarkan makalah bapak Dr.Ir.Ruchat DeniDjakapermana M.Eng – Sekretaris Direktorat Jenderal Penataan Ruang ada 4 metode konstruksi.

  1. istem timbunan, yaitu menimbun perairanpantai sampai elevasi permukaan lahan berada diatas muka air laut paling tinggi.
  2. sistem polder,yaitu mengeringkan perairan yang akan direklamasidengan memompa air yang berada didalam tanggul kedap air untuk dibuang keluar dari daerah lahan reklamasi.
  3. sistem kombinasi antara polder dantimbunan, yaitu setelah dikeringkan dengan metodepemompaan, lahan ditimbun sampai ketinggian tertentu sehingga perbedaanelevasi antara lahanreklamasi dan muka air laut tidak besar
  4. sistem drainase, sistem ini umumnya dipakai untukwilayah pesisir yang datar dan relatif rendah dari wilayah di sekitarnya tetapi elevasi muka tanahnyamasih lebih tinggi dari elevasi muka air laut.

Untuk menentukan metode konstruksi yang tepat perlu dilakukan survey pada lokasi yang akan dilakukan reklamasi dari data yang didapat tersebut harus dilakukan analisis mendalam sehingga dapat diketahui metode konstruksi seperti apa yang cocok digunakan pada areal tersebut.

Permasalahan Pada Proses Reklamasi

Permasalahan yang umum ditemukan pada pekerjaan reklamasi adalah :

Stabilisasi timbunan yang rendah

Tanah dasar yang lunak serta tebal lapisan reklamasi yang tinggi mempunyai kecenderungan menyebabkan rendahnya stabilitas timbunan yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinyakelongsoran pada tubuh timbunan.

Untuk itu perlu dilakukan analisis geoteknik agar dapat diketahui seberapa besar potensi untuk terjadinya kelongsoran. Untuk melakukan Analisa dapat menggunakan software seperti Geo Studio, atau Plaxis.

Sebagai solusinya biasanya digunakan material geotextile, dimana lembaran geotextile diletakan pada dasar timbunan sehingga berfungsi sebagai pemisah antara tanah dasar lunak dan struktur perkuatan tanah, selain itu mengingat wilayah reklamasi adalah wilayah yang dipenuhi air maka geotextile ini juga sekaligus berperan sebagai filter yang dapat meloloskan air tanpa membawa partikel tanah diatasnya tercampur dengan tanah lunak.

Untuk menghidari polusi / pencemaran ke lautan luas akibat proses pengerjaan reklamasi maka geotextile ini dapat digunakan sebagai silt curtain dimana geotextile dibentangkan seperti tirai dengan bagian bawah diberi pemberat sehingga air tetap dapat mengalur ke laut lepas namun kotoran tidak dapat keluar karena terfilter oleh geotextile.

Baca Juga : Aplikasi Geotextile Pada Dinding Penahan Tanah Untuk Mencegah Longsor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *